Author Archives: fencycommunity

Touring Museum Transportasi TMII dan Buka Puasa Bersama Tunanetra

Pernah jalan-jalan ke TMII? Kalau jalan-jalan ke TMII bareng tunanetra sudah pernah belum? Wah! Bagaimana rasanya, ya?

Bulan Ramadan selalu menjadi bulan yang paling ditunggu oleh semua umat Islam yang ada di seluruh dunia karena pada bulan inilah segala amal ibadah yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Nah, untuk mengisi bulan Ramadan kali ini, pada hari Sabtu,     20 Juni 2015, FENCY (Fellowship of Netra Community) mengadakan acara touring ke museum transportasi dan buka puasa bersama dengan sahabat-sahabat tunanetra di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan sahabat tunanetra dengan jenis-jenis transportasi yang ada di Indonesia, serta berbagi dan menjalin silaturahmi dengan mereka.

10333745_721577847953048_994843828489404759_o

10989244_721577727953060_6082510255123488740_o

Meskipun cuacanya panas terik, sahabat tunanetra tetap semangat loh untuk mengelilingi museum tersebut. Mereka antusias sekali saat mendengarkan penjelasan mengenai alat transportasi yang mereka lewati. Apalagi, di museum ini, sahabat tunanetra juga dapat memegang alat transportasi. Jadi, mereka juga dapat merasakan bagaimana bentuk alat transportasi tersebut. Tidak hanya membayangkan saja.

11425475_721578587952974_7282280088583884313_o

11235397_721577724619727_4550924172220306562_o

20150620_114304

20150620_131421

1782416_721577734619726_6800265524776893420_o

Tidak hanya touring, FENCY juga mengadakan diskusi mengenai ‘Kesempatan Bekerja di Bidang Penerjemahan’ bersama mbak Mila Kartina dan mbak Rona Deswi dari KPSH (Komunitas Penerjemah Satu Hati) di Masjid Diponegoro TMII. Diskusi antara sahabat tunanetra dan KPSH (Komunitas Penerjemah Satu Hati) berlangsung seru. Apalagi, banyak sahabat tunanetra yang memiliki ketertarikan terhadap bidang pekerjaan ini.

11412190_721574661286700_6277729633242992526_n

10346184_721574591286707_9181278039519251601_n

1545040_721574827953350_357395966139879229_n

Setelah diskusi, tiba juga di bagian akhir acara, yaitu buka puasa bersama dan pembagian bingkisan yang isinya berupa almatsurat braille, alat sholat, dan sembako.

11270692_721577841286382_7837610020858166757_o

11257746_721575111286655_959094155992305574_n

10734055_721577914619708_6611513263149164106_o

To do good is noble. To tell others to do good is even nobler and much less trouble.”
― Mark Twain

Sampai jumpa lagi di acara FENCY selanjutnya.

[Investasi untuk Akhirat] Pengetikan 1000 Hadist Untuk Tunanetra

💰 Investasi untuk Akhirat💰

Sedekah jariyah adalah salah satu dari 3 perkara yang tidak akan putus amalannya jika manusia itu mati.
(Hadits Riwayat Muslim no. 1631)

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H, kami dari Fency (Fellowship of Netra Community) bekerja sama dengan yayasan Raudlatul Makfufin (Lembaga ketunanetraan yang menjadi wadah pembinaan keislaman bagi tunanetra) membuka kesempatan bagi Anda untuk bersedekah jariyah. Adapun sedekah ini akan digunakan untuk kegiatan sbb:

1. Pengetikan 1000 Hadits untuk Tunanetra.
Pada 2 Juni 2015, 1.000 Hadits diketik ulang oleh 400 relawan. Hasil ketikan ulang diserahkan kepada Yayasan Raudlatul Makfufin untuk di-Braille-kan.

2. Buka Puasa bersama Tunanetra.
Pada 20 Juni 2015, 100 tunanetra berkunjung ke Museum Transportasi TMII untuk mengenal jenis-jenis transportasi di Indonesia, kemudian berbuka puasa bersama dan membawa pulang bingkisan berisi perlengkapan sholat,alma Surat braille dan beberapa bahan makanan.

3. Pelatihan dan Pembagian Alquran Braille.
Pada 1-5 Juli 2015, 20 orang tunanetra diajarkan cara membaca Alquran Braille. Dari sama sekali belum bisa membaca sampai bisa membaca. Masing-masing tunanetra akan dibagi 30 juz Alquran Braille pada hari terakhir pelatihan.

📗 Proposal kegiatan: http://bit.ly/PropRamadhan
📘 Info tentang Fency dan Makfufin:
https://fencycommunity.wordpress.com
http://www.makfufinonline.or.id/

Sedekah dapat ditransfer ke:
💰 BCA | 491.031.5795 a.n. Sri Supri Hartini
💰 Bank Syariah Mandiri | 704.791.2223 a.n. Yayasan Raudlatul Makfufin
💰 BNI | 0287.400.909 a.n. Syifa Adiba

✏ Mohon menambahkan angka 1 pada digit terakhir untuk mempermudah pengecekan, misal: Rp 100.001.
✏ Bukti transfer silakan dikirim ke:
Metha 085315148829 (Whatsapp)

Mari bersama-sama bersedekah jariyah; berinvestasi untuk urusan akhirat kelak.

📕 Info:
Tarini 085754298507 (SMS)
Ade Ismail 085282669927 (Telepon)
Fiskha 08111062287 (Whatsapp)

Salam hangat,
Fency & Makfufin⁠⁠⁠1:4

[Call For Volunteer] 400 Relawan untuk Pengetikan 1000 Hadist Untuk Tunanetra

Halo teman-teman

Kami dari Fellowship of Netra Community (Fency) bekerja sama dengan Raudlatul Makfufin akan mengadakan pengetikan ulang 1.000 Hadits untuk tunanetra untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang kurang dari 50 hari lagi 🌙👳

📆 : Selasa, 2 Juni 2015 (hari libur nasional)  pkl 7.00-12.00 WIB
🏠 : Kompleks Persatuan Ummat Islam, Pancoran, Jakarta

Ketentuan :
a. Relawan dapat mengetik bahasa Arab melalui komputer/laptop.
b. Memahami dasar-dasar ilmu bahasa Arab
c. setiap relawan membawa laptop yang terdapat sistem huruf Arab

Berminat? Bagaimana caranya mendaftarnya?
Teman-teman silakan hubungi narahubung di bawah ini
📱 : ‪081584006006‬ (Risya)
📱 : 08567347687 (Rini)
(hanya menerima sms & whatsapp)

Format Pendaftaran:
Nama/no. HP/domisili
(Noni/082114021551/Jakbar)

Fasilitas relawan:
Snack, makan siang, sertifikat

Salam hangat,
Fency & Makfufin

Berbagi Cinta di Bulan Ramadhan Penuh Berkah

LATAR BELAKANG

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al Ankabut : 64)

Kehidupan kita di dunia ini bersifat sementara. Apa-apa yang kita punya saat ini hanyalah titipan saja. Tak ada seorang pun yang tahu, sampai kapan kita bisa menikmati apa-apa yang kita miliki saat ini. Harta benda, jabatan, kesehatan, bahkan usia; semua ada batasnya. Kita tak pernah tahu kapan kita dipanggil untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Padahal masa-masa setelah itu adalah kehidupan yang sebenarnya. Lalu, bekal apakah yang telah kita persiapkan untuk menghadap Sang Pencipta? Sudah cukupkah ibadah kita? Sudah cukupkah amal baik kita? Allah berfirman dalam surat Al Baqarah : 148, “… Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan…”

Komunitas Fency (Fellowship of Netra Community), komunitas sosial yang berfokus pada penyandang tunanetra, bekerja sama dengan Raudlatul Makfufin, lembaga ketunanetraan yang membidangi masalah keagamaan, bermaksud mengajak umat muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, yaitu berbagi cinta kepada teman-teman tunanetra. Secara garis besar, program ini dibagi menjadi 3 kegiatan utama, yaitu:
1. Pengetikan Ulang 1.000 Hadits untuk Tunanetra
2. Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama
3. Pelatihan dan Pembagian Al Quran Braille

Kegiatan-kegiatan ini semata-mata dilakukan hanya untuk meraih ridho dari Allah SWT. Semoga rangkaian kegiatan ini dapat menjadi pemberat timbangan amal baik di akhirat bagi para peserta, donatur, dan semua pihak yang telah berpartisipasi.

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegiatan ini antara lain:
1. Meningkatkan kadar iman dan takwa masyarakat pada umumnya, dan untuk penyandang tunanetra khususnya.
2. Mempererat ukhuwah antara penyandang tunanetra dengan orang berpenglihatan.
3. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kaum disabilitas, terutama penyandang tunanetra.
4. Memberikan kesempatan kepada tunanetra untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan dakwah.
5. Mewujudkan model masyarakat inklusif di tengah keadaan dan cara pandang masyarakat kita yang cenderung negatif terhadap kaum disabilitas.

DESKRIPSI KEGIATAN

Secara garis besar, program ini dibagi menjadi 3 kegiatan utama, yaitu:
1. Pengetikan Ulang 1.000 Hadits untuk Tunanetra
2. Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama
3. Pelatihan dan Pembagian Al Quran Braille

Berikut deskripsi singkat mengenai 3 kegiatan tersebut :

1. Pengetikan Ulang 1.000 Hadits untuk Tunanetra
Waktu : Selasa, 2 Juni 2015
Tempat : Kompleks Masjid Al Azhar, Jakarta
Kegiatan :
• Pengetikan ulang 1.000 hadits sahih secara serentak oleh 400 orang relawan
• Buku hadits
o Judul : Ringkasan Shahih Bukhari
o Penulis : Imam Az-Zubaidi
o Penerbit : Insan Kamil
• Syarat relawan pengetikan:
o Mampu mengetik tulisan berbahasa Arab melalui komputer / laptop
o Memahami dasar-dasar ilmu bahasa Arab
o Setiap peserta membawa laptop yang support untuk pengtikan tulisan Arab

2. Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama
Waktu : Sabtu, 20 Juni 2015
Tempat : Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jakarta
Kegiatan :
• Target peserta: 200 orang, terdiri atas 100 orang tunanetra dan 100 orang nontunanetra
• Tausiyah dengan materi Sirah Nabawiyah oleh Ust. Ismeidas *)
• Pelatihan singkat mengenai Orientasi dan Mobilitas
• Berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana bangkit setelah menjadi tunanetra
• Berbagi takjil di sekitar Kompleks Masjid Al Azhar
• Pembagian bingkisan berisi perlengkapan solat, Al Ma’surat Braille dan makanan
*) atau Ust. Muhammad Subki Al-Bughury

3. Pelatihan dan Pembagian Al Quran Braille
Waktu : Rabu, 1 Juli – Ahad, 5 Juli 2015
Tempat : Pesantren Raudlatul Makfufin, Pamulang, Tangerang
Kegiatan :
• Target peserta: 20 orang tunanetra masa produktif yang belum bisa membaca Al Quran Braille dan akan diajar oleh 4 guru (1:5)
• Diberikan pelatihan sehingga dalam 5 hari peserta dapat membaca Al Quran Braille
• Akhir acara ditutup dengan wisuda, penyerahan sertifikat, dan Al Quran Braille

SUSUNAN ACARA
1. Pengetikan Ulang 1.000 Hadits untuk Tunanetra
07:30 – 08:30 Registrasi + Pembagian snack
08.30 – 09:00 Pembukaan oleh MC
09:00 – 11:00 Pengetikan
11:00 – 11:30 Penampilan Marawis oleh Yayasan Raudlatul Makfufin
11:30 – 12:00 Pembagian makan siang

2. Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama
12:30 – 13:00 Registrasi
13:00 – 13:15 Pembukaan acara oleh Ketua Panitia / Pengurus Masjid
13:15 – 13:30 Pembacaan ayat suci Al Quran & saritilawah dengan Mushaf Al Quran Braille
13:30 – 14:00 Tausiyah dengan tema Sirah Nabawiyah
14:00 – 15:00 Pelatihan Orientasi dan Mobilitas
15:00 – 15:30 Solat Ashar berjamaah
15:30 – 16:30 Berbagi kisah inspiratif “Secercah Cahaya Pasca Tunanetra”
16:30 – 16:45 Penampilan Teater & Story Telling Kolaborasi Tunanetra & Non Tunanetra
16:45 – 18:00 Berbagi takjil di sekitar kompleks masjid
18:00 – 18:30 Solat Maghrib Berjamaah
18:30 – 19:00 Berbuka puasa bersama
19:00 – 20:30 Solat Isya & tarawih berjamaah
20:30 – 21:30 Pembagian bingkisan untuk peserta tunanetra
21:30 – 22.00 Penutup

3. Pelatihan dan Pembagian Al Quran Braille
Hari ke-1
12:30 – 13:30 Registrasi dan pembagian kamar
13.30 – 14:30 Pembukaan oleh Raudlatul Makfufin dan Komunitas Fency
14:30 – 15:00 Pembagian modul dan pembacaan peraturan selama pelatihan
15:00 – 15:30 Solat Ashar
15:30 – 17:00 Pelatihan Sesi I
17:00 – 18:00 Istirahat + Mandi
18:00 – 19:00 Solat Maghrib + Buka Puasa
19:00 – 21:00 Solat Isya’ + Motivasi + Tarawih
21:00 – 03:00 Istirahat
Hari ke-2
03:00 – 04:30 Qiyamul lail + sahur
04:30 – 05:00 Solat Subuh
05:00 – 06:30 Ramah Tamah
06:30 – 08:00 Mandi pagi
08:00 – 12:00 Pelatihan Sesi II
12:00 – 13:00 Solat Dzuhur
13:00 – 15:00 Pelatihan Sesi III
15:00 – 15:30 Solat Ashar
15:30 – 17:00 Pelatihan Sesi IV
17:00 – 18:00 Istirahat + Mandi
18:00 – 19:00 Solat Maghrib + Buka Puasa
19:00 – 21:00 Solat Isya’ + Tarawih
21:00 – 03:00 Istirahat
Hari ke-3
03:00 – 04:30 Qiyamul lail + sahur
04:30 – 05:00 Solat Subuh
05:00 – 06:30 Games
06:30 – 08:00 Mandi pagi
08:00 – 12:00 Pelatihan Sesi V
12:00 – 13:00 Solat Dzuhur
13:00 – 15:00 Pelatihan Sesi VI
15:00 – 15:30 Solat Ashar
15:30 – 17:00 Pelatihan Sesi VII
17:00 – 18:00 Istirahat + Mandi
18:00 – 19:00 Solat Maghrib + Buka Puasa
19:00 – 21:00 Solat Isya’ +Tarawih
21:00 – 03:00 Istirahat
Hari ke-4
03:00 – 04:30 Qiyamul lail + sahur
04:30 – 05:00 Solat Subuh
05:00 – 06:00 Motivasi
06:00 – 08:00 Mandi pagi + acara bebas
07:00 – 07:30 Makan pagi
07:30 – 12:00 Pelatihan Sesi VIII
12:00 – 13:00 Solat Dzuhur
13:00 – 15:00 Pelatihan Sesi IX
15:00 – 15:30 Solat Ashar
15:30 – 17:00 Pelatihan Sesi X
17:00 – 18:00 Istirahat + Mandi
18:00 – 19:00 Solat Maghrib + Buka Puasa
19:00 – 21:00 Solat Isya’ + Tarawih
21:00 – 03:00 Istirahat
Hari ke-5
03:00 – 04:30 Qiyamul lail + Sahur
04:30 – 05:00 Solat Subuh
05:00 – 06:30 Bagi-bagi doorprize + ramah tamah
06:30 – 08:00 Mandi pagi
08:00 – 12:00 Review seluruh materi pelatihan
12:00 – 13:00 Solat Dzuhur
13:00 – 14:00 Wisuda dan pembagian Al Quran Braille
14:00 – 14:30 Penutup oleh Raudlatul Makfufin dan Komunitas Fency

SUSUNAN PANITIA
Penanggung jawab 1 :Tarini (Komunitas Fency)
Penanggung jawab 2 : Ade Ismail (Yayasan Raudlatul Makfufin)
Ketua pelaksana 1 : Fiskha Dewi
Ketua pelaksana 2 : Rafik Akbar
Sekretaris : Ananda Utami
Bendahara 1 : Sri Supri Hartini
Bendahara 2 : Diah Rahmawati

Seksi Acara : Hikmah Nur Isnaini (Koordinator)
Rifky Dwi Julianto
Budi Santoso
Abdurrohman
Milzam
Dini
Maemunah
Erma

Seksi Konsumsi : Erlin Dyah Pratiwi (Koordinator)
Aryani S. Ramadani
Marlina
Sopiyati
Risya

Seksi Perlengkapan : Arif Luthfansah
A. Wahyudi

Seksi Publikasi : Syifa Adiba

Seksi Dokumentasi : Melly (Koordinator)
Sirajuddin Abbas

Seksi Volunteer : Irna Noverita (Koordinator)
Rini Melani
Sena Rusli

Seksi Sponsorship : Meta Lya Siregar (Koordinator)
Ahmad Yazid

ANGGARAN BIAYA
Terlampir

MEDIA PUBLIKASI
Program ini akan dipublikasikan pada media berikut:
1. Facebook Fan Page
Informasi detail seluruh rangkaian acara akan dipublikasikan melalui Facebook Fan Page.
2. Twitter
Informasi yang bersifat singkat dan padat akan dipublikasikan melalui Twitter, sejak H-7 pelaksanaan acara sampai hari-H acara.
3. Backdrop
4. Spanduk dan Signage

PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat, kami harap bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat pada umumnya, dan pada penyandang tunanetra pada khususnya. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari kami; semoga Allah SWT membalas semua amal baik dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Jakarta, 8 April 2015
Panitia Pelaksana

[Bioskop Bisik] Tanah Mama

Sabtu (25/04) Bioskop Bisik, Galeri Indonesia Kaya dan Fency kali ini menghadirkan suasana dan tema bioskop yang sedikit berbeda dari biasanya. Bisik Kartini, tema yang diusung untuk bioskop bisik bulan ini merupakan salah satu cara kami untuk memperingati kelahiran pahlawan perempuan Indonesia R.A. Kartini. Peringatan ini lebih dari sekedar tentang peringatan kelahiran seorang pejuang perempuan. Penularan semangat bahwa kaum hawa pun memilki hak dan kesempatan untuk berkembang dan berprestasi adalah nilai penting yang diharapkan tertanam pada seluruh relawan dan tunanetra yang mengikuti kegiatan Bioskop Bisik kali ini.

Tanah Mama

Acara ini mengundang 50 tunanetra (campuran) dengan 50 relawan pembisik (penutur) yang keseluruhannya adalah perempuan. Sebagian besar relawan merupakan para finalis dan pemenang None Jakarta lima tahun terakhir. Sedangkan keseluruhan tunanetra berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Dikarenakan jumlah tunanetra yang tersebar di seluruh daerah maka dibutuhkan juga relawan dalam jumlah yang banyak untuk mengkoordinir keberangkatan seluruh peserta.

Film yang ditayangkan untuk Bisik Kartini adalah film karya sutradara Asridah Elisabeth, Tanah Mama. Film ini bercerita tentang perjuangan seorang Mama dari kota kecil Yahukimo (lima jam kaki dari pinggiran kota Wamena), Mama Halosina namanya. Mama Halosina adalah seorang single parent yang harus berusaha menghidupi dirinya dan empat orang anaknya. Mama Halosina ditinggalkan sepetak tanah oleh suaminya untuk kehidupan Mama Halosina dan anak-anaknya. Tapi, lama kelamaan, tanah yang digunakan berladang itu tak lagi subur. Suami yang harusnya mengurus Mama Halosina dan anak-anaknya tidak lagi bisa diharapkan karena sudah terlampau sibuk dengan istri keduanya dan anak-anak yang juga banyak. Alhasil, ditengah himpitan hidup tersebut, Mama Halosina pun tidak punya pilihan lain selain mencuri. Mama nekat mencuri ubi di ladang milik adik iparnya. Namun sayang, persoalan ini diadukan oleh adik iparnya ke ketua adat yang membuat Mama Halosina harus dikenakan sejumlah denda. Film ini dipilih sebagai film yang ditayangkan di Bisik Kartini karena Tanah Mama adalah salah satu film dokumenter yang keselurahannya proses pembuatannya dilakukan oleh Perempuan! Semua crew yang terlibat dalam pembuatan film adalah perempuan.

asrida elisabeth

Keberangkatan seluruh tunanetra dari daerah tempat tinggalnya masing-masing dibantu oleh kurang lebih 10 relawan mobilisasi. Keseluruhan relawan ini disebar ke 6 titik kumpul yaitu Tanah Abang – Pejompongan, Tj. Priuk, Pluit, PGC, Sunter, dan Rs Islam Cempaka. Setiap relawan bertanggung jawab untuk memberangkatkan seluruh tunanetra yang masing-masing titik kumpul. Di Grand Indonesia, setiap tunanetra yang sudah sampai akan langsung disambut dan digandeng ke Galeri Indonesia Kaya di Lantai 8 West Mall Grand Indonesia oleh para relawan pembisik (None Jakarta). Satu per satu rombongan tunanetra sampai di Grand Indonesia. Kelompok tunanetra yang paling akhir sampai adalah rombongan tunanetra dari Tj, Priok sekitar pukul 14.00 wib.

Setelah acara dibuka oleh Billy dan Mba Ci memberikan sedikit beriefing untuk pelaksanaan Bioskop Bisik, tepat pukul 14.30 Wib, film pun dimulai. Semua peserta sudah duduk berdampingan dan berselang-seling antara relawan pembisik dan tunanetra.

AsXH5Xy2ybBGC058PF8uYvUDY-RMRQgRnirIzK_MB3bQ

Satu lagi keistimewaan film Tanah Mama ini yaitu film ini kesuluruhannya diceritakan dalam bahasa Papua. Semua relawan sempat kaget dan bingung, haruskah semua relawan menceritakan setiap script pada film tersebut? Billy kemudian menjelaskan bahwa setiap dialog (berbahasa Papua) akan dibacakan oleh seorang narator, yaitu Mas Teguh.

DSC_0850

Suasana saat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film diput

Suasana Bioskop Bisik Tanah Mama

Suasana Bioskop Bisik Tanah Mama

Setelah film selesai, sebagian peserta ada yang memilih untuk langsung pulang dan beberapa dimobilisasi untuk sholat terlebih dahulu. Kepulangan peserta tunanetra juga masih menjadi tanggung jawab seluruh relawan Fency. Seluruh proses mobilisasi peserta berakhir pada pukul 17.50 wib.

Tunggu cerita Fency di Bioskop Bisik berikutnya, ya!^_^

Fency, GIK dan Bioskop Bisik

Fency, GIK dan Bioskop Bisik

[Nobar] Filosofi Kopi Movie

Hari Minggu (26/04), Fency kembali diundang untuk acara nonton bareng di Blok M Square. Tidak tanggung-tanggung, film yang ditonton kali ini adalah film yang lagi nge-hits banget di bioskop. Asik kan? asik kan? Asik bangeet laah. Filosofi kopi! Film yang diangkat dari kumpulan cerpen novelist muda dan berbakat, Dewi Dee Lestari, akhirnya bisa dinikmati juga oleh teman-teman tunanetra. Lewat sentuhan tangan sutradara handal Angga Dwimas Sasongko, cerita filosofi kopi hadir menjadi suatu karya seni yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Film ini bercerita tentang perjuangan Jody dan Ben dalam mempertahankan kedai kopi yang mereka dirikan bersama, Filosofi Kopi. Hutang yang besar, idealisme Ben yang tidak tanggung-tanggung serta perbedaan pola pikir dan pengambilan keputusan antara Jody dan Ben yang semakin membuat perjuangan jadi makin sulit. Hingga seorang investor datang memberikan tantangan pada Ben, Sang Barista hebat, untuk meracik kopi terenak. Dan tantangan itu dimenangkan Ben dengan mahakaryanya, Ben’s Perfecto. Namun, persoalan muncul lagi saat El, seorang peneliti tentang kopi yang sudah berkeliling dunia, mengatakan bahwa dia pernah mencicip kopi yang lebih enak dari Perfecto milik Ben. Akhirnya, Ben dan Jody tidak punya pilihan lain selain mencari kopi Tiwus yang akan menentukan kelangsungan Filosofi Kopi dan persahabatan mereka. Selain nilai-nilai positif dalam mempertahankan Filosofi Kopi, film ini juga mengajarkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah hal penting untuk bisa melangkah maju. El, Jody dan Ben, ketiganya punya luka masa lalu tentang keluarga. Dan, memafkan dan menerima adalah hal terbaik dilakukan oleh ketiga pemeran film tersebut.

Nah, seru kan ceritanya? Lantas, bagaimana dengan teman tunanetra yang memiliki keterbatasan penglihatan? Masihkah mereka berkesempatan menikmati itu semua? Ya, tentu saja. Berkat bantuan teman-teman relawan, mereka pun bisa menikmatinya. Mau tau serunya kegiatan relawan Fency dari awal sampai akhir?

Keberangkatan
Ada 25 tunanetra yang diundang pada nobar kali ini. Keseluruhan peserta diminta untuk sudah sampai di Blok M pukul 10.00 Wib. Namun, demi kemudahan teman-teman tunanetra dalam mobilitas, kami, para relawan, akhirnya mengubah sistem penjemputan. Terdapat tiga pos penjemputan dengan jumlah total 10 orang relawan yang bertugas. Ketiga pos tersebut adalah terminal Blok M (Wisdania, Febi, Rika Perdana, Halimah, May, Haryo) , halte kedatangan Trans Jakarta (Dewi dan Riskha) dan Lobi blok M Square (Heli). Sebagian besar tunanetra akan dijemput di Terminal Blok M, sehingga relawan perlu dikerahkan lebih banyak di sana. Saat jam mendekati pukul 10.00 wib, keadaan menjadi semakin ramai. Beberapa tunanetra sudah mengabarkan bahwa mereka sudah sampai dan memberitahu bahwa mereka sudah ada di jalur X di terminal. Kemudian semua relawan akan bergerak mencari dan mengelilingi terminal sampai akhirnya bertemu. Tunanetra yang sudah hadir di Blok M Square, segera diantar ke lantai 5 untuk menunggu di acara mulai di XXI. Sekitar pukul 11.30, sebagian besar tunanetra sudah dimnobilisasi ke lantai 5. Peserta tunanetra terakhir hadir pada jam 11.45 wib.

IMG-20150427-WA0017

Foto bersama sembari menunggu semua peserta hadir

Pemutaran Film
Film dimulai sekitar pukul 12.15 wib. Semua peserta sudah duduk dengan manis di dalam bioskop bersebelahan dengan seluruh relawan. Selain dari Fency, relawan yang bertugas untuk penutur cerita juga bersumber dari relawan Filosofi Kopi. Pertama-tama acara nobar dibuka terlebih dahulu oleh Mba Ridla (Perwakilan Tim Filosofi Kopi). Kemudian Mba Ridla mempersilahkan Mba Ci, selaku founder Bioskop Bisik, untuk memberikan sedikit pengarahan kepada seluruh relawan tentang tata cara norbar kali ini. Setiap tunanetra dipasangkan dengan satu orang relawan yang bertugas untuk membisikkan cerita (relawan yang duduk disebelahnya). Jadi, setiap adegan yang tidak ada audionya (misal : adegan Jody sedang duduk menunggu Ben), setiap relawan akan membisikkan (menuturkan) dan menggambarkan adegan atau cerita tersebut kepada tunanetra. Setelah Mba Ci memberikan penjelasan singktnya, sambutan dilanjutkan oleh para pemeran Filosfi Kopi (Rio Dewanto dan Julia Es Telle). Mas Angga Sasongko, sebagai sutradara film ini juga memberikan sambutan penutup sebelum semua mulai menonton film. Film berakhir sekitar pukul 14.00 wib

IMG-20150427-WA0013

Suasana Nonton Bareng Filosofi Kopi

Tanya jawab dan Foto Bersama
Bapak Toto Sugiarto mewakili teman-teman tunanetra menyampaikan pertanyaan tentang beberapa scene di film Filosofi Kopi yang baru saja ditonton yang kemudian dijawab oleh Mas Angga Dwimas Sasongko.

DSC_0875    IMG-20150427-WA0014

Foto bersama seluruh tunanetra dan relawan

Foto bersama seluruh tunanetra dan relawan

2

Foto bareng setelah pemutaran film dan wawancara

 

Shalat dan Makan Siang Bareng
Setelah acara selesai, beberapa peserta dibantu untuk mobilisasi sholat dan makan siang. Quality Time untuk relawan dan tunanetra saling berbagi cerita.

5

Kepulangan
Setelah selesai makan siang, relawan Fency membantu mengantar pulang masing-masing tunanetra. Beberapa tunanetra ada yang pulang menggunakan kendraan umum (kopaja, metro mini) sehingga diantarkan oleh relawan ke Terminal Blok M dan selebihnya diantar sampai ke taxi dan halte Trans Jakarta. Dan proses mobilisasi pulangpun selesai sekitar pukul 16.30 wib.

Photo by : Mas Wawan, Mba Ci, Kak Dimas dan Tim Fency

Papandayan’s Blind Trekking 2015

Mendaki gunung merupakan salah satu pengalaman yang menyenangkan, terutama bagi para pecinta olahraga alam dan penjelajah rimba raya. Bercengkerama dengan alam, menghirup udara segar, melatih kekuatan fisik sampai alasan-alasan untuk sekedar istrahat sejenak dari rutinitas kerja, menjadi sederet sebab trekking sebagai aktivitas pilihan.

Namun, tidak semua orang dapat menikmati keindahan alam tersebut karena keterbatasan fisik yang dimiliki. Padahal mereka juga ingin merasakan hal yang sama. Ya. Mereka adalah teman-teman tunanetra yang sayangnya belum berkesempatan merasakan secara langsung pengalaman seperti yang kita rasakan.

Nah, ingin tahu serunya trekking bareng teman-teman tunanetra? 🙂

Fency Community proudly presents :

Pendakian massal bersama 30 Tunanetra dan 90 Relawan, Gunung Papandayan – Garut.
Dilaksanakan pada tanggal 30 April – 2 Mei 2015.
IDR 300.000 (Relawan)
IDR 200.000 (Tunanetra)

Fasilitas :

  • Simaksi + Asuransi
  • T-shirt
  • Transport PP
  • Doorprize
  • Makan 1x

*Pendaftaran paling lambat 5 April 2015
*Technical Meeting : Minggu, 12 April 2015 – Monas (Kandang Rusa)
*Meeting Point : Monas (Parkir IRTI) pk. 20.00 WIB.

Transfer :
Bank BCA 4910315795
a/n  Sri Supri Hartini

For further Information, please kindly contact us by this number : 085692415164 (Hikmah)

Fency

Papandayan’s Blind Trekking 2015. 30 April – 2 Mei 2015

Naik gunung bareng teman-teman tunanetra? Ya cuma di Fency!
Kalau enggak sekarang? Ya kapan lagi!