Category Archives: Contact

[Bioskop Bisik] Tanah Mama

Sabtu (25/04) Bioskop Bisik, Galeri Indonesia Kaya dan Fency kali ini menghadirkan suasana dan tema bioskop yang sedikit berbeda dari biasanya. Bisik Kartini, tema yang diusung untuk bioskop bisik bulan ini merupakan salah satu cara kami untuk memperingati kelahiran pahlawan perempuan Indonesia R.A. Kartini. Peringatan ini lebih dari sekedar tentang peringatan kelahiran seorang pejuang perempuan. Penularan semangat bahwa kaum hawa pun memilki hak dan kesempatan untuk berkembang dan berprestasi adalah nilai penting yang diharapkan tertanam pada seluruh relawan dan tunanetra yang mengikuti kegiatan Bioskop Bisik kali ini.

Tanah Mama

Acara ini mengundang 50 tunanetra (campuran) dengan 50 relawan pembisik (penutur) yang keseluruhannya adalah perempuan. Sebagian besar relawan merupakan para finalis dan pemenang None Jakarta lima tahun terakhir. Sedangkan keseluruhan tunanetra berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Dikarenakan jumlah tunanetra yang tersebar di seluruh daerah maka dibutuhkan juga relawan dalam jumlah yang banyak untuk mengkoordinir keberangkatan seluruh peserta.

Film yang ditayangkan untuk Bisik Kartini adalah film karya sutradara Asridah Elisabeth, Tanah Mama. Film ini bercerita tentang perjuangan seorang Mama dari kota kecil Yahukimo (lima jam kaki dari pinggiran kota Wamena), Mama Halosina namanya. Mama Halosina adalah seorang single parent yang harus berusaha menghidupi dirinya dan empat orang anaknya. Mama Halosina ditinggalkan sepetak tanah oleh suaminya untuk kehidupan Mama Halosina dan anak-anaknya. Tapi, lama kelamaan, tanah yang digunakan berladang itu tak lagi subur. Suami yang harusnya mengurus Mama Halosina dan anak-anaknya tidak lagi bisa diharapkan karena sudah terlampau sibuk dengan istri keduanya dan anak-anak yang juga banyak. Alhasil, ditengah himpitan hidup tersebut, Mama Halosina pun tidak punya pilihan lain selain mencuri. Mama nekat mencuri ubi di ladang milik adik iparnya. Namun sayang, persoalan ini diadukan oleh adik iparnya ke ketua adat yang membuat Mama Halosina harus dikenakan sejumlah denda. Film ini dipilih sebagai film yang ditayangkan di Bisik Kartini karena Tanah Mama adalah salah satu film dokumenter yang keselurahannya proses pembuatannya dilakukan oleh Perempuan! Semua crew yang terlibat dalam pembuatan film adalah perempuan.

asrida elisabeth

Keberangkatan seluruh tunanetra dari daerah tempat tinggalnya masing-masing dibantu oleh kurang lebih 10 relawan mobilisasi. Keseluruhan relawan ini disebar ke 6 titik kumpul yaitu Tanah Abang – Pejompongan, Tj. Priuk, Pluit, PGC, Sunter, dan Rs Islam Cempaka. Setiap relawan bertanggung jawab untuk memberangkatkan seluruh tunanetra yang masing-masing titik kumpul. Di Grand Indonesia, setiap tunanetra yang sudah sampai akan langsung disambut dan digandeng ke Galeri Indonesia Kaya di Lantai 8 West Mall Grand Indonesia oleh para relawan pembisik (None Jakarta). Satu per satu rombongan tunanetra sampai di Grand Indonesia. Kelompok tunanetra yang paling akhir sampai adalah rombongan tunanetra dari Tj, Priok sekitar pukul 14.00 wib.

Setelah acara dibuka oleh Billy dan Mba Ci memberikan sedikit beriefing untuk pelaksanaan Bioskop Bisik, tepat pukul 14.30 Wib, film pun dimulai. Semua peserta sudah duduk berdampingan dan berselang-seling antara relawan pembisik dan tunanetra.

AsXH5Xy2ybBGC058PF8uYvUDY-RMRQgRnirIzK_MB3bQ

Satu lagi keistimewaan film Tanah Mama ini yaitu film ini kesuluruhannya diceritakan dalam bahasa Papua. Semua relawan sempat kaget dan bingung, haruskah semua relawan menceritakan setiap script pada film tersebut? Billy kemudian menjelaskan bahwa setiap dialog (berbahasa Papua) akan dibacakan oleh seorang narator, yaitu Mas Teguh.

DSC_0850

Suasana saat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film diput

Suasana Bioskop Bisik Tanah Mama

Suasana Bioskop Bisik Tanah Mama

Setelah film selesai, sebagian peserta ada yang memilih untuk langsung pulang dan beberapa dimobilisasi untuk sholat terlebih dahulu. Kepulangan peserta tunanetra juga masih menjadi tanggung jawab seluruh relawan Fency. Seluruh proses mobilisasi peserta berakhir pada pukul 17.50 wib.

Tunggu cerita Fency di Bioskop Bisik berikutnya, ya!^_^

Fency, GIK dan Bioskop Bisik

Fency, GIK dan Bioskop Bisik