Tag Archives: Nobar

[Nobar] Filosofi Kopi Movie

Hari Minggu (26/04), Fency kembali diundang untuk acara nonton bareng di Blok M Square. Tidak tanggung-tanggung, film yang ditonton kali ini adalah film yang lagi nge-hits banget di bioskop. Asik kan? asik kan? Asik bangeet laah. Filosofi kopi! Film yang diangkat dari kumpulan cerpen novelist muda dan berbakat, Dewi Dee Lestari, akhirnya bisa dinikmati juga oleh teman-teman tunanetra. Lewat sentuhan tangan sutradara handal Angga Dwimas Sasongko, cerita filosofi kopi hadir menjadi suatu karya seni yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Film ini bercerita tentang perjuangan Jody dan Ben dalam mempertahankan kedai kopi yang mereka dirikan bersama, Filosofi Kopi. Hutang yang besar, idealisme Ben yang tidak tanggung-tanggung serta perbedaan pola pikir dan pengambilan keputusan antara Jody dan Ben yang semakin membuat perjuangan jadi makin sulit. Hingga seorang investor datang memberikan tantangan pada Ben, Sang Barista hebat, untuk meracik kopi terenak. Dan tantangan itu dimenangkan Ben dengan mahakaryanya, Ben’s Perfecto. Namun, persoalan muncul lagi saat El, seorang peneliti tentang kopi yang sudah berkeliling dunia, mengatakan bahwa dia pernah mencicip kopi yang lebih enak dari Perfecto milik Ben. Akhirnya, Ben dan Jody tidak punya pilihan lain selain mencari kopi Tiwus yang akan menentukan kelangsungan Filosofi Kopi dan persahabatan mereka. Selain nilai-nilai positif dalam mempertahankan Filosofi Kopi, film ini juga mengajarkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah hal penting untuk bisa melangkah maju. El, Jody dan Ben, ketiganya punya luka masa lalu tentang keluarga. Dan, memafkan dan menerima adalah hal terbaik dilakukan oleh ketiga pemeran film tersebut.

Nah, seru kan ceritanya? Lantas, bagaimana dengan teman tunanetra yang memiliki keterbatasan penglihatan? Masihkah mereka berkesempatan menikmati itu semua? Ya, tentu saja. Berkat bantuan teman-teman relawan, mereka pun bisa menikmatinya. Mau tau serunya kegiatan relawan Fency dari awal sampai akhir?

Keberangkatan
Ada 25 tunanetra yang diundang pada nobar kali ini. Keseluruhan peserta diminta untuk sudah sampai di Blok M pukul 10.00 Wib. Namun, demi kemudahan teman-teman tunanetra dalam mobilitas, kami, para relawan, akhirnya mengubah sistem penjemputan. Terdapat tiga pos penjemputan dengan jumlah total 10 orang relawan yang bertugas. Ketiga pos tersebut adalah terminal Blok M (Wisdania, Febi, Rika Perdana, Halimah, May, Haryo) , halte kedatangan Trans Jakarta (Dewi dan Riskha) dan Lobi blok M Square (Heli). Sebagian besar tunanetra akan dijemput di Terminal Blok M, sehingga relawan perlu dikerahkan lebih banyak di sana. Saat jam mendekati pukul 10.00 wib, keadaan menjadi semakin ramai. Beberapa tunanetra sudah mengabarkan bahwa mereka sudah sampai dan memberitahu bahwa mereka sudah ada di jalur X di terminal. Kemudian semua relawan akan bergerak mencari dan mengelilingi terminal sampai akhirnya bertemu. Tunanetra yang sudah hadir di Blok M Square, segera diantar ke lantai 5 untuk menunggu di acara mulai di XXI. Sekitar pukul 11.30, sebagian besar tunanetra sudah dimnobilisasi ke lantai 5. Peserta tunanetra terakhir hadir pada jam 11.45 wib.

IMG-20150427-WA0017

Foto bersama sembari menunggu semua peserta hadir

Pemutaran Film
Film dimulai sekitar pukul 12.15 wib. Semua peserta sudah duduk dengan manis di dalam bioskop bersebelahan dengan seluruh relawan. Selain dari Fency, relawan yang bertugas untuk penutur cerita juga bersumber dari relawan Filosofi Kopi. Pertama-tama acara nobar dibuka terlebih dahulu oleh Mba Ridla (Perwakilan Tim Filosofi Kopi). Kemudian Mba Ridla mempersilahkan Mba Ci, selaku founder Bioskop Bisik, untuk memberikan sedikit pengarahan kepada seluruh relawan tentang tata cara norbar kali ini. Setiap tunanetra dipasangkan dengan satu orang relawan yang bertugas untuk membisikkan cerita (relawan yang duduk disebelahnya). Jadi, setiap adegan yang tidak ada audionya (misal : adegan Jody sedang duduk menunggu Ben), setiap relawan akan membisikkan (menuturkan) dan menggambarkan adegan atau cerita tersebut kepada tunanetra. Setelah Mba Ci memberikan penjelasan singktnya, sambutan dilanjutkan oleh para pemeran Filosfi Kopi (Rio Dewanto dan Julia Es Telle). Mas Angga Sasongko, sebagai sutradara film ini juga memberikan sambutan penutup sebelum semua mulai menonton film. Film berakhir sekitar pukul 14.00 wib

IMG-20150427-WA0013

Suasana Nonton Bareng Filosofi Kopi

Tanya jawab dan Foto Bersama
Bapak Toto Sugiarto mewakili teman-teman tunanetra menyampaikan pertanyaan tentang beberapa scene di film Filosofi Kopi yang baru saja ditonton yang kemudian dijawab oleh Mas Angga Dwimas Sasongko.

DSC_0875    IMG-20150427-WA0014

Foto bersama seluruh tunanetra dan relawan

Foto bersama seluruh tunanetra dan relawan

2

Foto bareng setelah pemutaran film dan wawancara

 

Shalat dan Makan Siang Bareng
Setelah acara selesai, beberapa peserta dibantu untuk mobilisasi sholat dan makan siang. Quality Time untuk relawan dan tunanetra saling berbagi cerita.

5

Kepulangan
Setelah selesai makan siang, relawan Fency membantu mengantar pulang masing-masing tunanetra. Beberapa tunanetra ada yang pulang menggunakan kendraan umum (kopaja, metro mini) sehingga diantarkan oleh relawan ke Terminal Blok M dan selebihnya diantar sampai ke taxi dan halte Trans Jakarta. Dan proses mobilisasi pulangpun selesai sekitar pukul 16.30 wib.

Photo by : Mas Wawan, Mba Ci, Kak Dimas dan Tim Fency

Advertisements